History: Daan Mogot perwira termuda Indonesia, gugur usia 17 tahun

Yo bro n sist…

Setelah mendapat ijin dari admin group FB INDONESIA TEMPO DOELOE bro Beny Rusmawan, Saya akan menampilkan beberapa cerita tentang sejarah masa lalu Indonesia yg menurut saya menarik dan bagus untuk menambah wawasan kita. Dan siapa tau akan memberi semangat baru bagi kita setelah membaca cerita2 itu.

Okeh lanjut…

Saat ini saya mau menampilkan cerita tentang salah satu pahlawan nasional kita Daan Mogot. yg namanya di abadikan di jalan di Jakarta. Cerita ini di tulis oleh bro Beny Rusmawan yg disarikan dari berbagai sumber. berikut kutipannya…

 

10401926_280969295416879_5555864490093688007_n

Daan Mogot

 

Orang jakarta pasti tahu jalan dan mogot! Tapi berapa persen sih yang tahu…siapa dan bagaimana dulu beliau….Pada masa perang kemerdekaan nama Mayor Daan Mogot sangat populer di Jakarta dan Tangerang. Mungkin Daan Mogot juga layak dicatat sebagai mayor termuda dalam sejarah. Ketika menjadi mayor, pemuda ganteng ini masih berusia 16 tahun. Masih ABG kalau istilah zaman sekarang.

Tapi bukan tanpa alasan Daan Mogot yang baru berusia 16 tahun ini diberi pangkat Mayor dan memimpin Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Jakarta Barat. Daan Mogot merupakan angkatan pertama Pembela Tanah Air (PETA), organisasi militer buatan Jepang.

Waktu mendaftar peta, usianya baru 14 tahun. Seharusnya batas usia minimal adalah 18 tahun. Tapi entahlah kenapa Daan Mogot bisa diterima. Dia menjadi salah satu yang terbaik hingga akhirnya diangkat menjadi pelatih PETA di Bali. Selain itu pemuda asal Manado ini juga dilatih menjadi pasukan gerilya elite oleh Jepang. Layaklah setelah Indonesia merdeka dia langsung diberi kedudukan walau usianya masih sangat belia.

Daan Mogot juga punya visi yang cerdas soal militer. Bayangkan di usia 17 tahun, dia dan kawan-kawannya mendirikan sekolah calon perwira Akademi Militer Tangerang. Daan Mogot diangkat menjadi direktur pertama Akademi Militer Tangerang.

Sayang mayor muda gagah berani ini tidak berumur panjang. Tanggal 25 Januari 1946, Daan Mogot bersama pasukannya berangkat untuk melucuti pasukan Jepang di Lengkong, Tangerang.

Kala itu Jepang sudah menyerah kepada sekutu. Daan Mogot dan rekan-rekannya berpikir lebih baik senjata Jepang jatuh ke tangan tentara Indonesia daripada pasukan Belanda yang akan segera kembali di bawah sekutu.

Mayor Daan Mogot berangkat bersama 70 taruna Akademi Militer Tangerang ke kawasan Lengkong, Serpong, Tangerang. Di sana dia menemui Kapten Abe, komandan tentara Jepang sementara pasukannya berjaga di luar.

Perundingan berlangsung damai. Kapten Abe meminta izin menghubungi atasannya dulu di Jakarta sebelum menyerahkan senjata. Tetapi pasukan taruna di luar, tanpa sepengetahuan Daan Mogot ternyata sudah mulai melucuti tentara Jepang. Beberapa tentara Jepang juga sukarela menyerahkan senjatanya.

Tiba-tiba entah darimana, terdengar tembakan. Situasi langsung kacau balau. Tentara Jepang segera berlari mengambil kembali senjatanya. Penjaga di pos senapan mesin pun langsung memberondong para taruna.

Pertempuran tak seimbang berlangsung. Mayor Daan Mogot berlari keluar dan berusaha menghentikan tembak menembak. Usahanya tak berhasil, dia tewas setelah diberondong tentara Jepang.

Daan Mogot gugur sebagai ksatria. Usianya baru 17 tahun ketika meninggalkan Ibu Pertiwi untuk selama-lamanya. Selain Daan Mogot, 33 taruna dan 3 perwira gugur dalam peristiwa Lengkong.

 

Dan berikut adalah biodata singkat Daan Mogot

  • Nama : Elias Daniel Mogot;
  • Nama populer  : Mayor Daan Mogot;
  • Tempat/tgl lahir : Manado, 28 Desember 1928;
  • Tempat/tgl meninggal : Tangerang, 25 Januari 1946;
  • Keluarga:Ayah : Nicolaas Mogot (Nico);
    Ibu : Emilia Inkiriwang (Mien);
    Saudara : Kakak: Evert, Lilly, Hetty, Eddy;
    Adik : Fietje, Tilly;

Pengalaman:

  • 1942-1943 Anggota Seinen Dojo angkatan pertama;
  • 1943 Anggota Pembela Tanah Air (PETA) angkatan ke-1;
  • 1943-1944 Shodancho PETA di Bali;
  • 1944-1945 Staf Markas PETA (Gyugun Sidobu) di Jakarta;
  • 1945 Perwira pada Resimen IV/Tangerang (pangkat Mayor);
  • 1945-1946 Pendiri/Direktur pertama Akademi Militer Tangerang (MAT)

 

Bro n sist, Demikian luar biasanya keberanian dan pengorbanan pahlawan kita kala itu untuk menegakkan dan menjaga kedaulatan negeri kita. Dengan darah, dan nyawa sekalipun mereka korbankan. Di usia yg muda hanya bilangan belasan tahunpun mereka berani mengambil tanggung jawab sebagai pejuang dan pelindung kemerdekaan negeri ini.

Untuk saat ini kita bersyukur negeri ini jauh lebih damai daripada masa itu. Saya yakin mereka yg berkorban itu memiliki keluarga, teman, saudara yg pasti sedih bila mendengar sanak family mereka harus gugur di medan perang. tapi saya percaya mereka sangat bangga akan pengorbanan para pahlawan kita.

Bro n sist, terkadang saya merasa sangat miris bila melihat berita di media bila ada anak2 muda yg seharusnya menimba ilmu untuk bekal mereka dimasa depan. mereka yg seharusnya menjadi orang2 besar negeri ini malah mengangkat paving blok, penggaris besi, gir rantai, pentungan bahkan katana untuk melukai sesama anak bangsa yg seharusnya bersama2 kelak memperjuangkan negeri ini untuk kemakmurannya. hanya karena masalah sepele saling ejek, berbeda golonngan, berbeda suku, agama, dsb. Dan apakah keluarganya akan bangga bila melihat putranya mati konyol seperti itu.

 

Melalui tulisan ini saya berharap tidak ada lagi yg menjadi korban kekerasan antar sesama anak bangsa. jangan ada lagi ibu yg menangis karena kehilangan harapan pada putranya yg kaku menjadi mayat korban tawuran. Teman yg kehilangan sahabat terbaiknya karena tawuran atau kekerasan geng motor atau geng kriminal lainnya. mari kita semua bersatu untuk negeri ini. membangun Indonesia lebih baik lagi. Indonesia harus menjadi negeri yg merdeka, damai, dan sejahtera… Ameeen

All over the nation..

Salam Cihuy…:mrgreen:

2 responses to “History: Daan Mogot perwira termuda Indonesia, gugur usia 17 tahun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s